sisa sembilu kisah dalam hujan

aku memandangi kedalaman hujan
serabut petir menjadi dentum guruh
membawa sebelah hati melayang dalam ketakutan
sementara sebelah lagi melayang dalam harap

(harapan yang tak pernah ada)

baik sisa maupun busa
letupan cinta dari seorang pecinta
yang diacuhkan di tubir cerita
biasnya hanya sisa titik-titik
di sebuah jalanan

(tempat semua senja berbayang)

berubah menjadi maghrib dengan pias cahaya
yang mulai ketara
dengan glamor,
gombal,
dan juga gincu
yang akan pudar
tatkala titik terakhir ini tuntas

Bandarlampung, 25-8-2017
Prima Helaubudi

Postingan populer dari blog ini

Manuskrip Teater

Sajak Anak-anak Mati