Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Tentang

Gambar

Melipat Jarak, Ruang, dan Waktu dengan Membaca

Gambar

Ketinggian Hati

Ketinggian hati bagi penuntut ilmu yang meniti jalan menuju Allaah tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali--kebinasaan.

Bandarlampung, 17/12/17
Prima Helaubudi
Sebuah kesalahan yang berbuntut panjang dan menyakitkan. Ini menyadarkanku lebih lagi bahwa perkara ikhlas itu mesti diperketat lagi dalam melakukan suatu amalan. Sebab bagi peniti jalan ke Allaah, ujian di dunia akan lebih banyak serta menyakitkan. Meski baru sekadar "mengaku" saja.

Permainan

Saat dirimu tenggelam dalam hingar, memainkan permainan dunia, maka pertanyakanlah: dirimu yang memainkan permainan tersebut, atau, permainan tersebut yang memainkan dirimu?

Saat permainan itu membiusmu. Saat permainan dunia itu yang membelenggumu. Pada saat itu pula dirimu menjauh dari apa yang membuat Allah rida.

Bandarlampung, 15/12/17
Prima Helaubudi
Ingat, Prim!

Jangan Kaukira...

Jangan kaukira kembali ke masa lalu akan seindah yang kaubayangkan. Ada beragam kombinasi kesalahan baru yang bahkan bisa lebih parah perih. Bersyukurlah atas apa yang ada hari ini. Kesalahanmu, menandakan kaumasih manusia yang berlumur dosa.

Bandarlampung, 14/12/17
Prima Helaubudi

Serupa Haiku

Pernahkah engkau mendengarkan apa itu haiku? Haiku adalah puisi asal Jepang yang terkenal akan ringkasnya kekata yang dipergunakan.

Pernahkah engkau membaca haiku? Niscaya engkau akan terheran bahwa sedikit bunyi di tengah sepi benar-benar sejernih kolam, namun, saat terjun ke dalamnya engkau menemukan samudra.

Ke mana kekata panjang yang biasa tulisan beberkan? Mungkin ia tertambal akan banyak pertimbangan. Maka tulisan panjang, sejenak hiatus dari peredaran.

Bandarlampung, 13/12/17
Prima Helaubudi

Jangan Turuti Kata Itu

Aku pernah mendapatkan sebuah kalimat singkat dalam bahasa Inggris yang jika dialihbahasakan menjadi, "Untuk mendapatkan apa yang kauinginkan, kamu harus melakukan apa yang tidak kamu inginkan terlebih dahulu." Mengapa aku teringat akan kata-kata ini? Jawabannya mudah.

Aku terjerembab dalam kesalahan yang harusnya sudah aku ketahui hakikatnya.

Istirahat. Keinginan untuk istirahat adalah kesalahan yang belakangan ini aku buat. Memang jika merunut apa yang terjadi sebelum-sebelum ini, aku bisa memaklumi aku ingin istirahat. Tapi, saat tersadar... Aku tertinggal terlalu jauh.

Benarlah. Dunia ini tempat menabur kebaikan yang membuahkan pahala di akhirat kelak. Dunia bukan tempat beristirahat. Tidak sedetikpun kita tidak terancam akan kematian.

Tingkatkan ketahananmu! Suatu saat, tiba-tiba istirahat tanpa bangun untuk hidup kembali akan terjadi. Istirahat yang kemudian membangunkanmu untuk aktivitas pertanggungjawaban kelak.

Bandarlampung, 13/12/17
Prima Helaubudi

Meniti Jejak

No matter how far your destination to go...
As long as you keep moving foward,
it will be two possibilities:
sometimes, you will be there,
or
you will die while trying...

Bandarlampung, 5/12/17
Prima Helaubudi

Doaku Atas Urusan yang Tak Kunjung Selesai

"Ya Rabbi... Kumpulkan urusanku dan mohonku, selesaikanlah dengan akhir yang baik... Maafkan segala kurangku dan sifaf cerai beraiku dalam urusan menjalani takdirMu..."
Bandarlampung, 29/11/17
Prima Helaubudi

Status #4

Gambar
Bandarlampung, 7/10/2017
Prima Helaubudi

Anak #2

Di dapam dirimu, terdapat karakter dari dua manusia.

Bandarlampung, 3-10-2017
Prima Helaubudi

Anak #1

Asuhlah anakmu dengan sesungguhnya kesabaran.

Bandarlampung, 2-10-2017
Prima Helaubudi

Status #3

Gambar
Bandarlampung, 19-9-2017
Prima Helaubudi

Status #2

Gambar
Bandarlampung, 19-9-2017
Prima Helaubudi

Status #1

Gambar
Bandarlampung, 19-9-2017
Prima Helaubudi

daya di hadapan penguasa

pualam itu tertawa
melihat api dalam hujan yang terlihat kumal
sekarat meminta roti pengampunan
agar sejejak sisa hangusnya
berhasil menenggelamkan tirani

Bandarlampung, 25 Agustus 2017
Prima Helaubudi

sisa sembilu kisah dalam hujan

aku memandangi kedalaman hujan
serabut petir menjadi dentum guruh
membawa sebelah hati melayang dalam ketakutan
sementara sebelah lagi melayang dalam harap

(harapan yang tak pernah ada)

baik sisa maupun busa
letupan cinta dari seorang pecinta
yang diacuhkan di tubir cerita
biasnya hanya sisa titik-titik
di sebuah jalanan

(tempat semua senja berbayang)

berubah menjadi maghrib dengan pias cahaya
yang mulai ketara
dengan glamor,
gombal,
dan juga gincu
yang akan pudar
tatkala titik terakhir ini tuntas

Bandarlampung, 25-8-2017
Prima Helaubudi

Berteman dengan Pelajaran Jarak Jauh