Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Meninggalkan yang Tak Tertinggalkan

P
erempuan itu mengambil secarik kertas dan duduk di samping Sungai Sienne. Ia berhasil mencapai puncak hidupnya dengan berhasil tinggal di Negeri Romantis itu. Sayang, ia tak begitu beruntung soal percintaannya. Padahal, di rumahnya kini ranjang kian hangat. Setiap malam ada seorang laki-laki tampan bertubuh kekar—sesuai impiannya—membuatkan secangkir cokelat hangat di hari yang dingin. Saat-saat di mana ia kehabisan ide untuk menulis cerita anak terbarunya.
Jangan bilang siapa-siapa. Perempuan itu memang seorang penulis cerita anak. Tapi sebenarnya, ia adalah seorang penulis romansa yang handal. Sayangnya, pasangan hidupnya tak berkesempatan tahu itu. Ia menutup rapat-rapat hal tersebut. Cukup satu orang yang tahu hal itu. Tulisan-tulisan romantis memanjanya. Seseorang dari masa lalu yang tak lagi mungkin hadir walau masih menghela napas di suatu belahan dunia lain. Di tepi Sienne yang hening, ia mulai menuliskan sesuatu di secarik kertas tadi.
Yang takkan pernah kusebut namanya di h…