Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014
"... orang yang mencelamu, boleh jadi dia memang jujur dengan yang dia katakan dan dia bermaksud memberi nasehat, maka hendaknya engkau menerimanya dan tidak marah kepadanya, kerena dia telah menunjukkan aibmu kepadamu."
(Ibnu Qudamah al-Maqdisy, dalam "Minhajul Qashidin")Ini... Susah stadium akhir..
"Telah diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib radhiallahu 'anhu, dia berkata, "Jika kalian mengajarkan ilmu, maka tahanlah diri dan jangan menyertainya dengan tawa, karena hal itu bisa menganggu hati."Diriwayatkan dari Umar bin Khathab radhiallahu 'anhu, bahwa dia pernah melihat seorang pemuda yang selalu menundukkan kepalanya. Maka Umar berkata kepadanya, "Mengapa engkau begitu? Angkatlah kepalamu, karena kekhusyu'an itu tidak menambah apa yang ada di dalam hati, dari orang yang pura-pura khusyu' melebihi apa yang ada di dalam hatinya, berarti dia telah menampakkan kemunafikan di atas kemunafikan yang lain."{Ibnu Jauzi, dalam Perangkap Setan (Talbis Iblis)}
"Dosa adalah luka, dan sebaik-baik luka adalah yang terjadi di medan perang. Jika akalmu keluar dari kekuasaan hawa nafsumu maka ia akan berjaya. Jika kamu masuk ke dalam rumah nafsu, berarti kamu berjudi dengan umurmu. Jika muncul pandangan yang tidak jelas, ketahuilah bahwa itu adalah medan perang. Maka tutuplah dirimu darinya dengan hijab iman, sesungguhnya kamu telah selamat dari akibat perang. Cukuplah bagi Allah menjadikan orang-orang mukmin sebagai tentara perang. Jika lautan nafsu diperluas akan menenggelamkan, jendela yang paling ditakuti oleh perenang adalah membuka mata di dalam air."
(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dalam "Al-Fawa'id")

A Smile To Remember

A Smile To Remember
we had goldfish and they circled around and around
in the bowl on the table near the heavy drapes
covering the picture window and
my mother, always smiling, wanting us all
to be happy, told me, 'be happy Henry!'
and she was right: it's better to be happy if you
can
but my father continued to beat her and me several times a week while
raging inside his 6-foot-two frame because he couldn't
understand what was attacking him from within.

my mother, poor fish,
wanting to be happy, beaten two or three times a
week, telling me to be happy: 'Henry, smile!
why don't you ever smile?'

and then she would smile, to show me how, and it was the
saddest smile I ever saw

one day the goldfish died, all five of them,
they floated on the water, on their sides, their
eyes still open,
and when my father got home he threw them to the cat
there on the kitchen floor and we watched as my mother
smiled Charles Bukowski Submitted: Friday, January 03, 2003 Edited: Monda…