Postingan

Atmosfer yang Berubah di Sudut Kota

Gambar
Aku adalah seorang manusia yang gemar menikmati atmosfer suatu tempat. Tempat apa saja itu. Baik tempat itu berupa pantai, pegunungan, dan/atau bahkan hanya di tengah hiruk pikuk kota menikmati suasana sore.
Jauh berjalan waktu, aku menyadari bahwa semakin banyak hal yang berubah. Wajah kota berubah. Hal tersebut menjadi sebuah ironi yang lucu tapi tidak lucu. Ketika kita melewati suatu jalan, kita menikmati atmosfer yang ada. Sementara gambaran kota berlalu bersesuaian dengan kecepatan perjalanan kita.
Kita menjadi begitu terbiasa hingga ada suatu titik kecil berubah. Bangunan misalnya, bisa jadi pohon yang tiba-tiba hilang dari pandangan, bisa juga warna cat yang diganti. Ketika itu berubah, ada perasaan asing yang menyeruak ke dada. Pikiran kita bergumam, "Sepertinya kemarin bukan begini, kan?"
Kita merasa begitu tahu. Tapi tatkala kita berpikir hal apa yang berubah dari sebelumnya, kita hanya bisa tahu dengan perasaan tanpa tahu dengan rincian. Suatu yang aneh namun nya…

Sepotong #7

Gambar
Ketaatan adalah  sesuatu yang harus diperjuangkan ... sampai akhir.
Bandarlampung, 9 Juli 2019 Prima Helaubudi

Fragmen #47

Sebesar keinginanmu dicintai, sebesar itu pulalah kamu akan dibenci.
Cinta dan benci bagaikan dua sisi yang tak dapat dipisahkan karena disatukan dalam rahim perhatian.
Bandarlampung, 4 Mei 2019 Prima Helaubudi Love and hate are like fire and ice.

Fragmen #46

Semakin kita mencintai suatu hal, semakin kita mudah marah padanya.
Bandarlampung, 4 Mei 2019 Prima Helaubudi ...karena rasa sayang padanya...

Fragmen #45

Gambar
Kita terlalu sibuk takjub pada angkasa hingga lupa bahwa kita adalah bagian daripadanya.
Bandarlampung, 4 Mei 2019 Prima Helaubudi Perlukah aku aktifkan kembali? Apa yang harus aku tulis? Mungkin...hal kecil seperti ini... Tenang dan menyelamatkan.

Sesuatu Tentang Penerimaan

Gambar
Ketika engkau terlalu dalam mengenai memberitahukan kebenaran dan mengakui kesalahan. Dadamu akan terasa sesak akan pengakuan. Perdebatan yang seharusnya tidak perlu terjadi hanya dengan kediaman. Pertarungan apalah artinya jika yang kalah menjadi abu dan menang menjadi arang? Ragam keluhan dan keinginan untuk berulang serupa ilusi yang memangsa asa. Menjadikanmu tawanan dalam pikiranmu sendiri. Lalu, di manakah letak kejenuhan berada? Ada ambang batas antara terjal dan curamnya tebing di sana. Terhempas ke dalam samudra terdalam. Di tempat makhluk-makhluk lembut nan mengerikan bersarang dalam kegelapan di atas kegelapan. Arus dari sungai yang menyatu menjadi ombak di dasar. Laiknya satu demi satu arus sungai dengan masalah dangkal yang disatukan menjadi kediaman penuh aroma kematian. Belajarlah sesuatu tentang penerimaan. Hidup di masa sekarang dan menyadari semua di masa lalu takkan bisa diubah. Hidup baik-baik. Tak perlu baik-baik ingin memutar waktu. Karena kesakitan akan berganda…

Sepotong #6

Gambar
Siang ini aku menemukan diriku masih memiliki jiwa remaja walaupun usiaku sudah 26 tahun. Ini membuatku senang. Menyenangkan rasanya mendapati hal ini. Karena terkadang, menjadi sepenuhnya dewasa: penuh perhitungan dan ketakutan, menyebabkan aku takut.
Bandarlampung, 8 Desember 2018 Prima Helaubudi