Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Sepotong #6

Gambar
Siang ini aku menemukan diriku masih memiliki jiwa remaja walaupun usiaku sudah 26 tahun. Ini membuatku senang. Menyenangkan rasanya mendapati hal ini. Karena terkadang, menjadi sepenuhnya dewasa: penuh perhitungan dan ketakutan, menyebabkan aku takut.
Bandarlampung, 8 Desember 2018 Prima Helaubudi

Hunger ini Your Eyes

"I saw hunger ini your eyes. All of you. And it was crazy!" Aku mendengar dan melihat sebuah adegan ajang pencarian bakat dahulu sekali. Ketiga juri secara kompak mengatakan hal ini saat mengomentari suatu grup di saat waktu mereka berkomentar. Aku mengingat hal ini hari ini saat aku melihat suatu adegan yang memperlihatkan rasa "lapar" dalam tatapan seseorang. Rasa "lapar" yang benar-benar dalam dan menikam.
Seumur hidupku, aku baru bertemu satu orang yang bahkan dalam keadaan biasanya, keadaan tanpa ada hal menarik yang dikejarnya, memperlihatkan rasa "lapar" yang dalam itu. Rasa "lapar" yang terkait dengan ambisi. Ya, hanya satu orang. Aku mempelajari rasa "lapar" itu dari dia--salah satunya. Lalu, pada suatu hari, dalam keadaan yang amat depresi, aku melihat ke cermin dan melihat rasa "lapar" dalam mata orang itu menjelma dalam mataku. Aku sempat bertanya-tanya, apakah aku terlalu banyak memfotokopi dirinya? Ta…

Sepotong #5

Gambar
... mempertahankan sesuatu yang tidak menetap...

Bandarlampung, 14 November 2018
Prima Helaubudi

Sepotong #4

Lapangan hatiku untuk hal-hal yang tercipta begitu sederhana....

Bandarlampung, 12 November 2018
Prima Helaubudi

Lintasan Pikiran #14

Gambar
Kita tidak bisa menata apa yang kita rencakan agar tetap pada jalurnya. Tapi, ingatlah. Setiap kita lupa, setidaknya kita selalu dapat kembali walaupun semua sudah tercerai berai. Ingatlah kembali tujuan apa yang engkau inginkan saat memulai semua ini. Mohonlah kekuatan pada Pencipta serta nikmati prosesnya. Tetaplah berada di masa kini.


Bandarlampung, 4 November 2018 Prima Helaubudi

Review - Petaka Hasad - Hani Syaikh Jumu'ah Sahi - Ketika Melihat Kemudahan Hidup Orang Lain

Gambar
Ketika melihat kemudahan hidup orang lain, mampukah kamu turut berbahagia?

Judul: Petaka Hasad dan Kiat Membentengi Diri dari Keburukannya Judul Asli: Da'ul wa Atsaruhu 'ala Thalabatil Ilmi Penulis: Hani Syaikh Jumu'ah Sahi Penerbit: Wa Islama Warna Kehidupan Anda Penerjemah: Ahmad Jokowi Cetakan: Pertama, November 2008
Pada suatu hari, aku tersadar bahwa aku sedang dekat dengan kawan-kawan yang beracun (toxic friends). Aku menyadarinya karena beberapa minggu--atau bahkan bulan terakhir--itu, aku merasa jadi senang mengintai kehidupan orang lain. Ditambah pula, ada seorang kawan baik hati yang menasihatiku dalam kesendirian, bahwa, saat bersama kawan-kawanku yang "beracun" itu, aku menjadi amat dekat dengan pembicaraan dunia. Dia jujur menyatakan ketidaksukaannya. Aku mengiyakan dan buru-buru mencari bantuan dengan menguatkan ilmu masalah menjauhi dunia. Semakin mengerucut, apa sih yang membuat kita jadi senang sikut-menyikut satu sama lain dan hobi membicarakan …

Fragmen #44

Gambar
... jika itu terasa menyakitkan, berarti hal itu berharga untukmu. sesederhana itu...


Bandarlampung, 1 November 2018
Prima Helaubudi

Fragmen #43

Gambar
... tetaplah di sisiku walau banyak kekuranganku...


Bandarlampung, 31 Oktober 2018
Prima Helaubudi

Lintasan Pikiran #13

Gambar
yang perlu kau lakukan, sayang; adalah menyadari apa yang telah kau sadari sebelumnya. ini adalah jalan yang tidak terdapat di dalamnya gelimangan duniawi. ketidakhadiranmu dalam catatan sejarah bukanlah suatu soal pada akhirnya nanti.
Bandarlampung, 26 Oktober 2018 Prima Helaubudi

And The End of The Day

Gambar
And the end of the day... Kamu menyadari bahwa kamu kembali pada kesalahan yang sama... Kesalahan yang membawa luka mendalam... Menyisakan kenangan buruk yang menghantui mimpimu setiap malam...
And the end of the day... Sang pendosa kembali dengan dosanya... Berharap dengan setipis imannya, Tobat yang baru dengan isi yang sama... Bisa kembali mengekang hasrat dalam diri untuk kembali mendosa...
And the end of the day... Kamu berharap bahwa menjadi diri penuh kebaikan, Adalah evolusi terakhir saat nyawamu diregang sampai tenggorokan... Saat kata-kata dan tempat-tempat tak lagi mengenal sesiapa...
Bandarlampung, 25 Oktober 2018 Prima Helaubudi

Senja di Musim Gugur

Gambar
Runtuh dedaunan berbicara lebih banyak dari satu wangi bunga yang direngkuh tangan berdua. Tangkai yang berserak dan suara yang mengarak merata memediasi himpunan asa dalam ingatan.
(Ada kenangan yang tak mau pergi: katanya)
Kamu hanya diam. Aku membayang. Sejumput garam pada luka menoreh peluh di tengah sayat angin yang mengiris. Bukankah saat memegang sebuah bunga mawar luka hanyalah kata? Kelopak suci berwarna gading, tak banyak menyuarakan cerita di musim gugur ini. Dedaunan yang engkau injak dan hamburlah yang menceritakan semua. Ada ceria yang tak pernah dilupakan. Ada semburat rona sisa-sisa musim panas. Tapi kini, senja mengetuk waktu,
"Tuan, sebiru apapun langit, takkan mengubah kenyataan bahwa ini telah musim gugur."
Lamunanmu buyar. Serupa asap rokok yang dibeli oleh tetangga perokokmu satu hari lalu. Saat engkau mengernyitkan hidung; mengambil pintu belakang dan mendesahkan napas berat yang tertahan.
Ada buku yang enggan disudahi. Tapi tak ada halaman lanjutan la…

Tantangan Media Mengedukasi Masyarakat Perihal Pengetahuan Ilmiah Populer

(tidak menggunakan EBI)
Bulan akan ada dua. Itulah kalimat menggugah pembuka diskusiku dengan ibuku pada suatu hari. Ibuku membaca artikel dari salah satu kanal berita, yaitu: CNN Indonesia. Akhirnya, kami pun terlibat diskusi yang renyah tentang fenomena alam berbau science. Maklum saja. Kami berdua menyukai fenomena alam. Kalau ibuku menyukai yang berbau astronomi, maka aku menyukai yang berbau geologi. Lalu, ibuku mengeluarkan sebuah pertanyaan yang rumpang jawaban kepadaku. "Kenapa situs-situs yang berbau gosip, politik, dan yang penuh hoaks ramai banget, ya, yang komentar? Sementara yang berbau ilmu pengetahuan (bersifat) ilmiah--khususnya science--sepi komentar dan pengunjung?"
***
Dahulu, saat aku tidak fokus dalam pemilihan buku untuk dibaca, aku sempat membaca filsafat ilmu dan filsafat pendidikan. Aku lupa itu karangan dan penerbit siapa. Sudah lama sekali. Salah satu poin menarik adalah pembagian cabang ilmu menjadi tiga: teologi, humaniora, dan science. Di antar…

Pendidikan Karakter: Antara Perundungan dan Moralitas

(tidak menggunakan EBI)
Ketika Pemerintah mencanangkan adanya pendidikan karakter untuk lingkungan pendidikan, sejujurnya aku merasa sangat bersenang hati. Aku menantikan adanya salah satu "tradisi" dalam dunia pendidikan Indonesia yang lekas "punah", yaitu tradisi dalam masa orientasi.
Masa orientasi adalah masa yang membuatku ketakutan. Ternyata, bukan aku seorang dan bukan negara Indonesia saja. Jepang pun demikian. Di Jepang justru lebih mengerikan. Setiap tahun ajaran  baru yang dimulai pada bulan September, kasus bunuh diri siswa-siswi kian meninggi saja. Apa sih sebenarnya yang membuat jadi semengerikan ini saat memasuki institusi pendidikan? Mari kita cermati dari sudut pandangku.
Memasuki institusi pendidikan, menceburkan diri seorang siswa ke dalam ketidakpastian. Selain kegalauan memasuki lingkungan baru yang berbeda, aku merasa saat menjadi (maha)siswa juga harus bersiap dengan banyaknya keanehan yang sangat tidak masuk akal. Masa orientasi khususnya. …

Lintasan Pikiran #12

Berharap kepada manusia sama saja bunuh diri.

Bandarlampung, 22 September 2018
Prima Helaubudi

Resep Sushi Nganar binti Ekonomis Lalalala

Izinkan saya... Apa sih.. Udah lama gak nulis terus dibuka dengan yang alay-alay.. :D So, di tulisanku hari ini, aku bakalan kasih resep nganar ala sohib gw SMP yang datang ke rumah. Ini resep buat kalian yang mau makan sushi tapi terlalu mager buat order dan pergi. Atau terlalu kanker (kantong kering) untuk beli yang mahal-mahal.
Bahan: Nasi rumahan yang pulen secukupnya Nori sasetan secukupnya Mayonaise merek apa saja terserah.
Cara membuat: 1. Ambil Nori 2. Letakkan nasi di atasnya maksimal setengah ukuran Nori 3. Berikan mayonaise secukupnya. 4. Di-roll mulai dari bagian Nori yang ada nasi di atasnya sampai berbentuk bulat. 5. Makan.
Wkwkwk.. Kelihatan gak guna banget kan, ya? Sebagian yang baca mungkin bakal berkata, "Yah, gini doang juga gw bisa..." Aku awalnya juga gak punya ekspektasi gimana-gimana soal rasanya. Tapi pas dimakan... Wuuuusssshhh.. Hampir menyamai sushi asli lho. Terus sisi realistis gw berkata dari alam bawah sadar, "Apa yang membuat sushi-sushi…

Lintasan Pikiran #11

Gambar
Manusia selalu berusaha kuat dan menguatkan. Tapi, diamlah sejenak dan renungkan. Apakah manusia memang dapat kuat? Tidak. Manusia adalah makhluk yang rapuh. Makhluk yang lemah dan mudah sekali untuk tiada. Keberadaan satu sama lain, itulah yang saling menguatkan. Keberadaan keingintahuan untuk belajar, itulah yang menjadikan manusia kembali bangkit.

Bandarlampung, 14 September 2018 Prima Helaubudi I find good sentence today: You Will learn from my mistakes...

Review - Bacaan - Talkhis Al-Hamawiyah - Syaikh Muhammad Al-Utsaimin - Memerinci Pemahaman Akan Akidah

Gambar
Judul Asli: Talkhis Al-Hamawiyah Penulis: Syaikh Muhammad al-Utsaimin Judul Bahasa Indonesia: Talkhis Al-Hamawiyah Penerjemah: Ustadz Zainal Abidin Editor: Ummu Ahmad Rifki Penerbit: Pustaka Imam Bonjol
Mendirikan sebuah bangunan yang kokoh, tinggi, dan besar memerlukan pondasi yang kuat. Pada agama Islam ini, pondasi terletak pada akidah. Selama seorang muslim memiliki akidah yang kokoh, maka akan tumbuh dengan subur cerminan Islam yang baik dari dirinya. Cerminan Islam yang terlihat dalam keyakinan, ucapan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, seiring berjalannya kehidupan, waktu pun berjalan menjauhi kehidupan sang suri teladan pembawa cahaya Islam ini. Lalu, munculah berbagai pemikiran dan pemahaman akan Islam yang kian berbeda-beda. Kesamaran akan akidah pun kian menyambar menciptakan kegoncangan hingga mirisnya seorang muslim pun terkadang bingung dan mengeluarkan kalimat-kalimat yang jauh dari akidah Islam yang lurus.
Keterbutuhan akan akidah yang lurus inil…

Senja yang Pecah di Tengah Perkotaan

Gambar
senja pecah berkeping-keping
tengah kota tak bergeming
hanya lampu menyerap puing
tanpa ampun
menjadi cercah kecil cahaya di unggun malam

tapi dirimu berbeda
punggungmu tak menghadapku
maka kuberi warna cahaya yang tak serupa kepadamu
jiwa gemetar dalam gelap sunyi

Bandarlampung, 27 Juli 2018
Prima Helaubudi
Terinspirasi oleh gambar ini:


Sepotong #3

Gambar
Orang istimewa adalah orang yang tidak merasa istimewa.
Bandarlampung, 26 Juli 2018 Prima Helaubudi

Lintasan Pikiran #10

Gambar
Sumber: Pinterest
Sesuatu tidak akan menjadi indah sampai engkau menerima segala kesedihan yang melingkupinya.
Bandarlampung, 22-07-2018 Prima Helaubudi

Sepotong #2

Gambar
Terkadang, Allah membuat kelemahan agar bisa Dia perkuat dengan segala coba dan uji-Nya. Makhluk tentu seharusnya berbahagia dan menjauhi keluh karena segala cinta-kasih-Nya untuk mengevolusi hamba-Nya menjadi pribadi yang lebih indah sebelum bertemu dengan-Nya.
Bandarlampung, 15-16 Juli 2018 Prima Helaubudi Not everyone you lose is a loss *quotes by unknown... :)

Selebrasi Pribadi

Gambar
Sumber: di sini
Selebrasi pribadi adalah salah satu momen yang juga sakral. Jangan merusaknya dengan membiarkan banyak orang mengetahuinya. Karena bagi mereka yang tidak suka, mereka akan mengerdilkannya, menyatakannya padamu, dan engkau akan kehilangan kebahagiaan kecil atas--apa yang engkau anggap berharga berupa: pencapaianmu.
Bandarlampung 16 Juli 2018 Prima Helaubudi Setelah lama hiatus membaca hingga tamat... Aku harus menekan diri menjadikannya selebrasi pribadi... Dan menekan keinginan alay untuk meramaikannya... Alih-alih lebih baik dijadikan pemikiran ini sebagai pengingat... :)

Saat Semua Orang Ingin Kembali Ke Masa Lalu

Gambar
Saat menjelajah media sosial, terkadang aku menemui kuis-kuis kecil yang memancing keputusan diri kita masing-masing. Keputusan yang diambil itu menggambarkan cara berpikir dan kerapuhan yang sebenarnya dibenamkan oleh diri kita dalam-dalam. Salah satu kuis itu berbunyi, "Kemampuan/mana yang kamu pilih jika ada dua pilihan..." Salah satu pilihan yang menarik perhatianku karena pilihan tersebut sangat tidak menarik--setelah aku melakukan banyak perenungan hidup--adalah: kembali ke masa lalu.
Sumber: di sini
Aku berada di lingkungan di mana banyak orang ingin kembali ke masa lalu. Kebanyakan orang berandai-andai. Aku pribadi pun masih terjangkit penyakit berandai-andai ini. Mungkin semua akan lebih baik jika waktu diulang kembali. Itu pikirku, dan aku yakin, pikir orang-orang sekelilingku. Tapi, ada sesuatu yang mengawang di sana. Sesuatu yang tidak menembus ke dalam hati dan meraih pemahaman jiwaku sehingga tak benar-benar aku jadikan prinsip. Sengaja ditunda dan dilupakan s…

Lintasan Pikiran #9

Gambar
Anak-anak adalah kebanggan orang tuanya. Itulah kenapa, orang tua sangat protektif dan terkesan tidak toleran di sisi lain. Karena mereka tahu bahwa, jalan menuju keleluasaan hidup di depan tidak cukup dengan modal nekat seperti hari ini, saat anak-anak hanya mengandalkan rasa ingin tahu.
Sumber: shutterstock.com
Bandarlampung, 16 Juli 2018 Prima Helaubudi #edisi liat cah wedok turu

Sepotong #1

Gambar
Sumber: Pinterest
Ketika intuisi membisikkan padamu untuk kembali menjadi pribadi yang menunggu, akankah engkau ragu atau justru melakukan tanpa ragu? Meninggalkan semua yang telah didapatkan di genggaman tangan. Suara lain berbisik, apakah meninggalkan dan menunggu untuk yang tak pasti adalah sebuah kepastian? Atau apakah ini yang dinamakan terbuai di zona nyaman?
Bandarlampung, 14 Juli 2018 Prima Helaubudi

Lintasan Pikiran #8

Gambar
Suatu ketika, cinta bisa berubah tiba-tiba. Sebagaimana ia bisa datang jua dengan tiba-tiba. Semula lekat menjadi kesumat. Maka, pahamilah bahwa cinta tak akan bisa bertahan dengan semata usaha satu sisi saja dari ia yang mencintai kita. Itu juga adalah tugas kita, yang dicintai, untuk bertahan--dan terus berusaha menjadi lebih baik--untuk merawat tali kasih yang terjalin.
Sumber: Pinterest
Bandarlampung, 14 Juli 2018 Prima Helaubudi

It's Yours! (Just My Random Thought)

Gambar
Sumber: Pinterest
Aku menyukai random thought yang terjadi di dalam kepalaku. Bisa jadi, mungkin caraku menyalurkan sebagian emosi melalui tulisan berhasil dengan predikat cukup baik. Belajar menyelaraskan pikiran dan perasaan, serta ke depannya menyelaraskan internal diri dengan eksternal diri berupa perbuatan adalah misi jangka panjang membentang untukku. Bagi mereka yang tidak memiliki masalah tempramen, tentu saja akan berpikiran betapa receh usahaku untuk ini. It's okay. Setiap orang punya masalah masing-masing. Buatku, this is the point. Bagaimana aku bisa berdaya guna dalam kehidupan dengan semakin baik jikalau aku tidak mampu mengelola inner peace di tengah kekacauan dunia ini?
Berawal sebagai seseorang yang hidup dengan latar belakang lingkaran arus kepentingan yang begitu kuat membuatku harus hectic dengan cara lain. Beberapa orang "keceplosan" bilang kepadaku, betapa sering dalam hidup aku menang. Itu dari luar, Sayang. Aku pribadi merasa aku terlalu sering k…

Dangkal dan Dalam

Gambar
Sering dengar kalimat, "Don't judge the book by its cover"? Aku sering. Dan aku menganut filosofi untuk tidak menghakimi orang lain terlalu keras. Apalagi jika itu berkenaan dengan orang di luar lingkar kehidupan inti pribadiku. Membicarakan ini dan itu, aku mencoba mengeremnya. Apalagi jika aku tidak diberikan wewenang untuk memberikan tekanan. Diam lebih baik. Cukup tegur dengan nasihat seperlunya dengan santun. Aku pun cukup senang dengan hasil nilai MBTI-ku yang menyatakan aku memiliki nilai perceiving (kebalikan dari judging) sebesar 90%.

Sumber: Pinterest
Tapi belakangan ini, aku meragukan kemampuanku sendiri soal tidak menghakimi melalui sampul saja ini. Kenapa? Belakangan aku memikirkan diriku sendiri dalam suatu peristiwa yang begitu lama diam; tidak bertindak. Sementara aku sendiri dilihat orang sebagai orang yang pasti dengan mudah melewati rintangan itu. Di sisi lain, banyak orang yang dikira orang-orang dangkal--kehidupannya serba mudah dan terkesan tidak s…

Lintasan Pikiran #9

Setiap manusia yang hidup seakan menghasilkan benang penuh warna. Benang itu lurus dan panjang; menjuntai di barisan belakang masa lalu. Sementara warnanya berubah-ubah tergantung dari fenomena emosi dan pengalaman yang terjadi.

Bandarlampung, 10 Juni 2018
Prima Helaubudi

Lintasan Pikiran #8

Gambar
Dahulukan hal-hal yang bisa dikerjakan dari apa yang ada di dirimu sekarang. Jangan mendahulukan hal-hal yang mengharuskan engkau berkorban terlalu banyak dulu. Karena tidak mendapatkan satu hal pun itu menyakitkan.
***
Jangan lama-lama merundungi apa-apa dari kesempatan yang lewat dari inginmu. Bisa jadi banyak kesempatan lain yang hadir terluput karena kekeraskepalaanmu.
***
Jangan berlemah-lemah. Karena pada kenyataannya, engkau tidak selemah itu.
Sumber: Pinterest
Bandarlampung, 2 Juni 2018 Prima Helaubudi Uniknya adalah: tulisan ini terinspirasi saat rehat sejenak memainkan game yang bersifat putar otak.

Status #8

Gambar
Seketika melankolis-romantis membaca status ini malam-malam:

Sumber: Instagram
Bandarlampung, 1 Juni 2018 Prima Helaubudi

Seluk Beluk Ramadan (When Ramadan is Coming)

Gambar
*Aku memutuskan sejenak untuk rehat dari EBI... Hayati lelah, Bang... :D
Apa sih waktu untuk muslim yang lurus fitrahnya tunggu? Yup. Ramadan. Ramadan berlangsung satu tahun kurang sedikit dibandingkan dengan kalender Masehi karena menggunakan kalender bulan. Nah, sebagai muslim, setiap kita, biasanya, hasil survei pribadi sih, punya tanda-tanda sendiri untuk nyirenin ini bulan Ramadan. Apa aja sih yang biasanya jadi penanda Ramadan buatku? Siapa tau kita sama? *apa ini tandanya jodoh? *Oke... Hentikan kegilaan ini :D
Sumber: Pinterest
(Peringatan: Tanda-tanda ini ditulis secara acak. Kesamaan sifat dan tingkah laku tidak ditanggung dari pihak penyelenggara :D)
1. Tiba-tiba pengajian banyak mengingatkan sudah masuk bulan Rajab
Setiap hendak masuk bulan Ramadan nih. Selalu deh dari bulan Rajab di pengajian diingatkan kalau sebentar lagi Ramadan. Mungkin kita penasaran, kenapa sih, ya, always gitu pengingatnya dimulai dari bulan Rajab. Ternyata, oh, ternyata. Bulan Rajab itu adalah bul…

Pesona Seorang Wanita

Gambar
Sumber: Pinterest
Wanita; nama lain perempuan yang terlukiskan penuh kematangan, kedewasaan, dan kebijaksanaan adalah pilar berdirinya bangunan bernama "rumah". Wanita; pelepas duka lara setiap insan di rumah tangga, penyembunyian luka dalam ulu itu, dialah lentera mungil yang menjadikan adanya kehangatan di hatimu.
Dialah orangnya. Penuh dengan pesona.
Bandarlampung, 15 Mei 2018 Prima Helaubudi Semoga aku bisa menjadi wanita bersifat pilar dan lentera...

Pesona Seorang Ibu

Gambar
Suatu hari, ibuku berkunjung ke rumah. Beliau bermain dengan anakku. Kami bercengkrama seolah aku belumlah menjadi istri seorang laki-laki--walaupun di sela pembicaraan kami, kami membicarakan perihal rumah tangga. Saat ibuku pergi, aura romantis jingga yang hangat menghilang. Aura yang sejak lama aku cari-cari setelah menikah. Aura yang selalu kupertanyakan, di manakah ia gerangan?
Selepas menikah, aku selalu bertanya. Kenapa aura romantis berwarna jingga yang hangat itu tidak singgah ke rumahku--ke rumah tanggaku. Apakah karena lokasi tempat tinggalku tak lagi di tempat dahulu? Ataukah karena adaptasi antara aku dan suami kurang? Atau dan atau ada di benakku. Kini aku temukan jawabannya.
Itulah dirimu: ibu. Engkaulah yang membawa aura romantis berwarna jingga yang hangat itu. Sosokmulah yang menjadikan rumah itu hangat. Sosokmulah yang menjadikan rumah penuh dengan arti. Penuh dengan harta karun berupa ilham puisi indah. Sosokmulah yang mampu bersaing dengan senja dan nuansa malam d…

Konsep Garis Waktu

Gambar
Seorang adik tingkatku semasa kuliah membagikan sebuah status video di WhatsApp-nya. Aku merasa amat tersentak. Video itulah yang lantas menginspirasi atas tulisan ini. Aku menyertakan videonya di bawah ini. Sayangnya, dikarenakan langsung simpan saja, kawanku tidak dapat memberikanku link videonya.


Aku merasa itu adalah sesuatu hal yang keren sekali. Konsep garis waktu alias timeline. Konsep bahwa setiap orang punya waktunya sendiri; punya momennya sendiri. Kita menjalani 24 jam yang berbeda dengan gaya masing-masing. Kita menjalani waktu dengan pola yang berbeda. Kita menjalani kehidupan dengan latar belakang yang berbeda-beda pula.
Aku mendapatkan kesempatan menikah di usia 23 tahunku. Ada banyak kawan-kawan pengajian yang masuk ke pondok pesantren sudah menikah di usianya 18 tahun. Aku pernah turun lapangan dan menemukan banyak pasangan yang menikah di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebaliknya, aku pernah bertemu dengan kawan yang belum ada keinginan menikah hingga usia 27 …

Sebuah Alasan Mencari

Gambar
            Saat kesetiaan merenggut kebebasanmu...             Saat kesetiaan membelenggumu menjadi seorang hamba...             Akankah engkau tetap berkata, "Iya"?
Sumber: Pinterest
Rasa cinta tanpa pamrihadalah alasan dasar mengapa seseorang setia melakukan sesuatu. Entah itu sekadar melakukan rutinitas harian, mengulang sebuah buku yang sama, atau bertetap dalam suatu ideologi. Rasa cinta yang dijalani dengan setia; akan membuahkan sebuah kebiasaan baru yang bersifat reflek. Istilah lainnya adalah kebiasaan (akhlak).
Selaiknya kesetiaan menghasilkan sebuah kebiasaan yang diimpikan, maka kesetiaan meminta pula harga yang mahal. Rasa jenuh, terserang malas, komentar-komentar orang lain yang membuat telinga panas menunggu. Tak sampai di situ. Masih ada rasa terkungkung, alokasi waktu yang harus diatur ulang, dan masih banyak macamnya menanti untuk mereka yang berusaha meraih achievement pribadi dari kesetiaan yang mereka haturkan. Akan tetapi, bagaimana jika kesetiaanmu pada …