Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Hunger ini Your Eyes

"I saw hunger ini your eyes. All of you. And it was crazy!" Aku mendengar dan melihat sebuah adegan ajang pencarian bakat dahulu sekali. Ketiga juri secara kompak mengatakan hal ini saat mengomentari suatu grup di saat waktu mereka berkomentar. Aku mengingat hal ini hari ini saat aku melihat suatu adegan yang memperlihatkan rasa "lapar" dalam tatapan seseorang. Rasa "lapar" yang benar-benar dalam dan menikam.
Seumur hidupku, aku baru bertemu satu orang yang bahkan dalam keadaan biasanya, keadaan tanpa ada hal menarik yang dikejarnya, memperlihatkan rasa "lapar" yang dalam itu. Rasa "lapar" yang terkait dengan ambisi. Ya, hanya satu orang. Aku mempelajari rasa "lapar" itu dari dia--salah satunya. Lalu, pada suatu hari, dalam keadaan yang amat depresi, aku melihat ke cermin dan melihat rasa "lapar" dalam mata orang itu menjelma dalam mataku. Aku sempat bertanya-tanya, apakah aku terlalu banyak memfotokopi dirinya? Ta…

Sepotong #5

Gambar
... mempertahankan sesuatu yang tidak menetap...

Bandarlampung, 14 November 2018
Prima Helaubudi

Sepotong #4

Lapangan hatiku untuk hal-hal yang tercipta begitu sederhana....

Bandarlampung, 12 November 2018
Prima Helaubudi

Lintasan Pikiran #14

Gambar
Kita tidak bisa menata apa yang kita rencakan agar tetap pada jalurnya. Tapi, ingatlah. Setiap kita lupa, setidaknya kita selalu dapat kembali walaupun semua sudah tercerai berai. Ingatlah kembali tujuan apa yang engkau inginkan saat memulai semua ini. Mohonlah kekuatan pada Pencipta serta nikmati prosesnya. Tetaplah berada di masa kini.


Bandarlampung, 4 November 2018 Prima Helaubudi

Review - Petaka Hasad - Hani Syaikh Jumu'ah Sahi - Ketika Melihat Kemudahan Hidup Orang Lain

Gambar
Ketika melihat kemudahan hidup orang lain, mampukah kamu turut berbahagia?

Judul: Petaka Hasad dan Kiat Membentengi Diri dari Keburukannya Judul Asli: Da'ul wa Atsaruhu 'ala Thalabatil Ilmi Penulis: Hani Syaikh Jumu'ah Sahi Penerbit: Wa Islama Warna Kehidupan Anda Penerjemah: Ahmad Jokowi Cetakan: Pertama, November 2008
Pada suatu hari, aku tersadar bahwa aku sedang dekat dengan kawan-kawan yang beracun (toxic friends). Aku menyadarinya karena beberapa minggu--atau bahkan bulan terakhir--itu, aku merasa jadi senang mengintai kehidupan orang lain. Ditambah pula, ada seorang kawan baik hati yang menasihatiku dalam kesendirian, bahwa, saat bersama kawan-kawanku yang "beracun" itu, aku menjadi amat dekat dengan pembicaraan dunia. Dia jujur menyatakan ketidaksukaannya. Aku mengiyakan dan buru-buru mencari bantuan dengan menguatkan ilmu masalah menjauhi dunia. Semakin mengerucut, apa sih yang membuat kita jadi senang sikut-menyikut satu sama lain dan hobi membicarakan …

Fragmen #44

Gambar
... jika itu terasa menyakitkan, berarti hal itu berharga untukmu. sesederhana itu...


Bandarlampung, 1 November 2018
Prima Helaubudi

Fragmen #43

Gambar
... tetaplah di sisiku walau banyak kekuranganku...


Bandarlampung, 31 Oktober 2018
Prima Helaubudi