Ikatan

Mungkin pada akhirnya kita akan bertemu saat aku menanjak angkasa menyaru menjadi awan menunggumu terbentuk di hatiku. Lalu sisa- sisa hujan akan luruh dan melayur di antara jemari kakimu--sebab ia masuk dari celah sepatu usang yang tinggal menghitung waktu untuk hidup. Kita bertukar letak. Aku ucapkan padamu cerita-cerita air terjun perawan yang abadi. Sementara kaunyanyikan kisah tentang bunga tidur yang menggantung mimpi. Pasangan abadi dari dua dunia berbesa yang tersisa dari peradaban masa lalu yang dilupakan dan penuh silap. Kini tersisa genggaman tangan. Kini tersisi keranda ingatan: antara ada dan tiada.

Bandarlampung, 1 Juni 2015
Prima Helaubudi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manuskrip Teater

Sajak Anak-anak Mati