Kekupu Cahaya yang Menyinari Ruang Gelap di Suatu Siang

Kekupu bentuk formasi nyaris bersejajaran. Hanya mereka dan Tuhan yang paham benar bagaimana pola keteraturan itu. Sesekali mereka bertegur sapa. Sejenak mengenalkan diri sebelum membawa sayap-sayap cahaya mereka ke suatu tempat yang asing. Sayap-sayap yang mengantarkan sepucuk kebahagiaan dalam rongga tanah dan relung bumi. Siang membelahi cahaya dan bayangan. Semua benda terbiaskan cahaya. Kemudian terfragmen membentuk bayangan. Terkadang ia pepat dan memadat di dalam jiwa--nyaris lupa jalan keluar. Nyaris pula lupa waktu bernama: siang. Sisanya adalah alfa. Maka biarkan kekupu masuk dan biaskan warna cahayanya. Tak perlu terlihat; biarkan ia jadi lentera yang redup dan teduh dalam ketidakberdayaan. Lalu, terlupakan dalam gerakan bumi yang berotasi: menjadi (seolah) lalai. Tanpa gertak dan hardik. Mereka bergerak pasrah. Memindai ruang di suatu siang saat ruang tak kenal lagi apa itu cahaya.

Bandarlampung, 7-8-2015; 23.10
Prima Helaubudi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manuskrip Teater

Sajak Anak-anak Mati