Menebar Mantan

Aku melihat sepintas kelakuan beberapa orang. Lucu menurutku. Dalam setahun tiga kali berganti pacar?! Wah, anda pasti laku sekali kayak ikan asin di pasar.
Aku menimbang dan bertanya, apa ya untungnya punya pacar? Kalau perempuan rerata bilang sebagai penyemangatlah, tukang jemput, main-main, dan calon suami (komitmen)!
What the h*ll is that?
Kalau laki-laki biasanya sependengaranku mengatakan karena ceweknya cute, cantik, baik, bla-bla-bla.
Halah, bilang saja mencari pemuas nafsu karena belum sanggup menikah. Iya, kan? Mengaku sajalah!
Sadarilah. Orang yang mencintaimu dengan tulus tidak akan mempermainkan hatimu. Ujung dari pacaran, HTS, TTM, komitmen, itu rata-rata apa sih? Putus, bukan?
Teramat heran lagi berganti-ganti pasangan. Tidakkah berpikiran jernih? Menebar mantan. Tidak malu?
Ketika bertemu, "Eh, dia mantan". Bekasan. Iya, mau? Beneran? Ke mana piil pesenggiri-nya (harga dirinya)?
Rasanya memalukan. Memalukan sekali. Dan cukup memalukan apabila kawan kita tidak merasakan sikap tegas, minimal tahu tentang kerusakan ini.
Rasanya ketika bertemu di suatu masa yang pas, ingin kutemui dan tanyakan pada lawan jenis, "Mantannya ada berapa?"
B.Lampung, 28-12-2012
Rasa kesal pada beberapa orang dan teruntuk kamu, jangan menel!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manuskrip Teater

Sajak Anak-anak Mati