Pengaduanku

by Prima Helaubudi on Monday, August 15, 2011 at 8:59pm ·

Ya Allah... Perbolehkan aku mendapatkan hal itu. Hal yang saat ini paling kuinginkan. Ya, kuinginkan. Bukan kubutuhkan. Derai hatiku Kau sudah dengar dan paham apa gerangan gundah gulana yang sangat ingin aku wujudkan.

Tiara langit terlalu jauh diatas sana untuk kujangkau dari haribaan-Mu.

Aku berlari berusaha menjangkau kata hatiku yang serba tidak mungkin namun ingin. Ketika hal-hal berbau surgawi itu terasa jangkau dijangka, Kau menghalaunya padaku. Maka, kuurai tangis bertanya-tanya apa jua maknanya.

Setelah manik mata ini mulai sembab menyembunyikan tangisnya, kembali hanya nama-Mu yang kusebut dalam-dalam. Kuuraikan dengan keterbatasanmu tarbiyah dzatiyah istimewa untukku. Luar biasa! Untukku. Bukan untuk orang lain.

Benar. Jalan menuju neraka adalah penuh syahwat dan hasrat.

Maka, kini kutanyakan dengan sesantun kubisa, ya Rabb... Apakah aku cukup pantas meminta keinginanku itu? Apakah hal itu Engkau ridhai?

Aku selalu atau terpaksa patuh pada jalan yang telah Kau buka. Apakah aku tidak cukup kuat melawan arus? Karena keinginanku kini akan sangat melawan arus. Sangat berisiko.

Sedikit. Hanya sedikit kemampuanku bersyukur dan kutuang dalam tulisan yang tak lekang meski hilang.

Kerdil memang. Dan memang aku kerdil. Sekecil atom di hamparan pantai-Mu yang luas.

Jika keinginanku memang tak pantas untukku maka mau tak mau akan tetap kusimpulkan senyum. Dunia tak berakhir atas ketidakpantasanku jua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manuskrip Teater

Sajak Anak-anak Mati